Sejarah pengembangan nuklir di Iran sebenarnya tidaklah berdiri sendiri. Diawali pada tahun 1956 dengan didirikannya Universitas Pusat Tenaga Atom Teheran. Pada saat itu raja Iran yg berkuasa adalah sekutu dekat AS, Shah Reza Pahlevi.
AS dan negara barat lain pun ikut menyumbang program ini. Bahkan AS pun mengirimkan beberapa fasilitas ke Iran untuk mengembangkan program nuklirnya.
Pada tahun 1976, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) didirikan. Sejak saat itulah pemerintah Iran menginvestasikan dana dalam jumlah yang besar untuk perkembangan energi nuklirnya. Ratusan ahli nuklirpun dikirim untuk pelatihan di AS, Jerman, Inggris, Perancis, kanada, Itali dan Belgia. Beberapa PLTN pun didirikan bekerja sama dgn negara-negara tersebut.
Pada saat itu tidak ada yg mempermasalahkan program nuklir Iran, padahal Iran adalah negara yg memiliki cadangan gas dan minyak yg melimpah.
Akan tetapi semua itu berbalik, saat pecahnya revolusi Islam dengan jatuhnya rezim Shah Reza Pahlevi pada tahun 1979 dan berganti dengan rezim yang menentang negara-negara barat. Keputusan rezim baru Iran untuk tetap melanjutkan warisan program nuklir dari rezim lama mendapat tentangan dari AS dan negara barat lainnya.
Sampai saat ini dengan presiden berkuasa Mahmoud Ahmadinejad program nuklir Iran masih terus berlanjut yang sebenarnya adalah program nuklir untuk tujuan damai.
Akan tetapi AS dan sekutunya terus mencari alasan dan mengintervensi Iran. Maka tidaklah salah jika negara Iran pasang badan untuk mempertahankan kedaulatan negaranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar