Belut Tantangan dan masa depan
Budidaya belut saat ini dirasa sangat menguntungkan mengingat permintaan dalam dan luar negeri terus meningkat. Namun belut alam yang bebas sangat sulit ditemukan.
Penggunaan pestisida pemberantas hama dilahan pertanian ternyata berdampak menghilangnya sebagian spesies hewan termasuk belut. Hal ini sangat memprihatinkan bila dilihat dari segi keseimbangan alam. Kelestarian alam merupakan tanggungjawab bersama penghuni bumi.
Budidaya belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. Masyarakat yang mempunyai lahan sempitpun dapat memelihara belut. Secara teknis budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/ lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, pemilihan benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama. Disisi lain kita memerlukan tata cara panen,pasca panen,
PEMBUATAN KOLAM
Kolam penampungan induk uk. 200 x 400 x 80cm, kolam pemijahan/pendederan uk.200 x 200 x 100cm, kolam pembesaran uk. 500 x 500 x 120cm
SUSUNAN
Kolam budidaya belut menggunakan media pemeliharaan sebagai tempat hidup berupa tanah/lumpur sawah yang dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang dibusukan), jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk urea dan NPK dengan perbandingan kurang lebih sebagai berikut.
Lapisan paling bawah berupa tanah/lumpur setebal 20cm
1.Lapisan pupuk kandang setebal 5cm
2.Lapisan tanah / lumpur setebal 10cm
3.lapisan pupuk kompos setebal 5cm
4.Lapisan tanah / lumpur setebal 10cm
5.Lapisan jerami padi setebal 15cm yang diatasnya ditaburi pupuk urea 2,5kg dan NPK 2,5kg untuk ukuran kolam 500 x 500cm. Perbandingan berlaku untuk ukuran lebih kecil.
6.Lapisan tanah / lumppur setebal 20cm
7.Lapisan air dengan kedalaman 15cm yang ditaburi secara merata potongan batang pisang sampai menutupi permukaan kolam
Seluruh media ini didiamkan agar terjadi proses fermentasi yang nantinya akan menjadi sumber makanan belut. Didiamkan selama kurang lebih 2 minggu.
CIRI INDUK BELUT JANTAN
Panjang lebih dari 40cm, warna permukaan kulit gelap/abu-abu, bentuk kepala tumpul, usia diatas 10 bulan.
CIRI INDUK BELUT BETINA
berukuran panjang 20-30cm, warna permukaan kulit cerah/lebih muda, warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perut, bentuk kepala runcing, usia dibawah 9 bulan.
PERKEMBANGAN BELUT
Belut berkembang biak secara alami dialam terbuka dan dapat dikembang biakan secara normal dengan media kolam yamg memenuhi syarat. Belutb secara alami memiliki musim kawin selama musim hujan (4-5 bulan) dimalam hari dgn suhu 28'c atau lebih. Musim kawin ini ditandai dengan berkeliarannya belut jantan kepenjuru kolam, terutama ketepuian dan dangkal yang akan menjadi lubang perkawinan belut. Lubang berbentuk U dimana belut jantan akan membuat gelembung busa diatas air untuk menarik perhatian belut betina, namun belut jantan menunggu pasangannya ditempat yang tidak berbusa. Telur-telur dikeluarkan disekitar lubang, dibawah busa dan setelah dibuahi akan dicakup pejantan untuk disemburkan dilubang persembunyian yang akan dijaga belut jantan.
PENETASAN
Telur-telur ini akan menetas setelah 9-10 hari, tetapi dalam pendederan menetas pd hari ke 12-14. Anak-anak belut ini memiliki kulit kuning yang akan berangsur-angsur menjadi coklat. Belut jantan akan tetap menjaga sampai belut muda berusia 2 minggu atau mereka meninggalkan sarang penetasan untuk mencari makan sendiri.
sumber : trimudilah.wordpress.com/2006/12/05/budidaya-belut-3/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar