Rabu, 27 Januari 2010

BUDIDAYA BELUT 2

1.SEJARAH SINGKAT
Belut merupakan jenis konsumsi ikan air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang dan hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang kecil. Biasanya hidup disawah-sawah, rawa/lumpur dan kali-kali kecil. Di Indonesia sejak thn 1979, belut mulai dikenal dan digemari hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas eksport.

2.SENTRA PERIKANAN
Sentra perikanan belut inoternasional terpust di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis, dan Malaysia. sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada didaerah Yogyakarta dan didaerah Jawa Barat. Didaerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut2 tangkapan dari alam atau rebagai pos penampungan.

3.JENIS KLARIFIKASI
Jenis belut ada 3 macam yaitu : beliut sawah, belut rawa, dan belut kali/laut

4.MANFAAT
Manfaat dari budidaya belut adalah :
1.Sebagai penyediaan sumber protein hewani
2.Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari
3.Sebagai obat penambah darah

5.PERSYARATAN LOKASI
Secara klimatologis ikan belut tidak memerlukan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian budidaya ikan belut dpt beradadidataran rendah ataupun dataran tinggiu. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.

kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh, dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik, kondisi tanah dasar tidak beracun.

Suhu udara/temperatur optimal untuk pertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat celcius.

Pada prinsipnya kondisi perairan adlah air yang hrs bersih dan kaya akan oksigen terutama untuk bibit /benih yg msh kecil yaitu uk 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tdk memilaihkualitas air dan dpt hidup diair yg keruh.

6.PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1.Penyiapan sarana dan peralatan
a.Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut hrs dibedakan antara lain : kolam induk/ pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5cm), dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yg masing2 dibutuhkan wkt 2 blan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8cm sampai menjadi uk.15-20cm dan untuk pemeliharaan belut dgn uk.15-20cm sampai menjadi 30-40cm.
b.Bangunan jenis2 kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
c.Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/mtr2, untuk kolam pendederan (ukuran 1-2cm) daya tampungny 500ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi thp pertama (ukuran 5-8cm) daya tampungnya 100ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi thp kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenankelak berukuran 30-50cm.
c. Pembuatan kolam belut dgn bahan bak dinding tembok/disemen dan daar bak tidak perlu diplester.
d.Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yg selalu ada, alat penangkapan yg diperlukan, ember plastik dan peralatan2 lainnya.
e.Media dasar kolam terdiri dari bahan2 organik seperti pupukkandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yg masih kosong untuk laoisan oertama diberi sekam padi setebal 10cm, diatasnya ditimbun dgn pupuk kandang setebal 10cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dgn ikatan2 merang/jerami kering. Setelah tumpukan2 bahan organik seleai dibuat (tebal seluruhnya 30cm), barulah air dialirkan kedlm kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50cm (bhn organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiRKAN beberapa saat agar samapi menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut2 diluncurkan kedalam kolam.

2. Penyiapan bibit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini