Rabu, 17 Maret 2010

KOMPUTER SEGEDE RUMAH

Jangan dikira komputer pertama sudah seperti sekarang. Sejarahnya berawal dari abakus atau sempoa, yg sudah ada di China abad VI SM, dan kawasan mediterania dimasa Yunani dan Romawi kuno. Namun perkembangannya seakan terhenti, sampai saat Wilhelm Shickard, teman astronom Johannes Kepler, menemukan kalkulator mekanik pertama di Jerman (1624 ).

Sembilan belas tahun kemudian, ilmuwan Perancis Blaise Pascal (1632-1662) mengukir langkah baru dgn kalkulator otomatis delapan kolom digit, yg bbaru bisa mengoperasikan penjumlahan dan pengurangan.

Tiga puluh tahunan kemudian alat bini ikembangkan lagi untuk pembagian dan perkalian oleh matemaikus jerman Gottfried Wilhelm von Leibniz (1646-1716). Ia juga mengembangkan sistem binari, yg belakangan amat berperan dalam pengembangan cara berpikir dan bahasa komputer.

Untung tahun 1801 penenun Peranscis Joseph Marie jacquard (1752-1834) menemukan alat tenun Jacquard yg bekerja sesuai kode perintah berupa lubang2 di punched card. Jarum akan lolos jika mendapati lubang, tapi tak bisa mengaitkan benang bila permukaan kartu rapat.

Alat ini mengilhami mengilhami penemu dan matematikus Inggris Charles Babbage (1792-1871) untuk mengembangkan komputer mekanis atau mesin analitis yg punya semua elemen dasar komputer otomatis. Tapi proyeknya macet karena tak ada onderdil yg pas. Lagipula ia kekurangan dana.

Tahun 1930 Vannevar Bush, insinyur listrik AS, mengembangkan mesin untuk menyelesaikan persamaan diferensial. Mesin ini dianggap komputer analog yg handal.

Seamentara itu baru 14 tahun kemudian komputer digital dalam bentuk awalnya berhasil dirangkaikan oleh Howard Aiken, profesor di Harvard University AS. Mark I begitu namanya bisa melakukan 3 penjumlahan per detik.

University of Pensylvania tak mau kalah. Dua tahun kemudian insinyurnya J. Presper EckertJr, dan John William Mauchlay membangun komputer digital elektronik atau Electronic Numerical Integrator and Komputer (ENIAC). Mesin berbobot lebih dari 27 ton itu butuh ruangan 140m2. Untuk beroperasi perlu listrik 150 kilowatt, setara dgn pasokan listrik untuk komplek kecil berisi 65 unit rumah menengah. Komputer yg sebesar rumah ini 1000 kali jauh lebih cepat daripada Mark I. Ia bisa melakukan 5000 dan 1000 perkalian per detik.

Eckert dan Muchlay lalu bekerja sama dgn matematikus Amerika kelahiran Hungaria John von Neuman. Hasilnya pada tahun 1951 mereka merancang Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC) yg mempengaruhi desain komputer generasi berikutnya. Tidak membuang waktu ditahun itu pula mereka membangun komputer yg lebih maju, Universal Automatic Computer (UNIVAC) I, yg jadi komputer komersial pertama. Ia juga bisa memakai karakter alfabet dan angka.

Berkat temuan transistor tahun 1947 muncul komputer yg sepenuhnya bertransistor karya insinyur Amerika Seymour Cray tahun 1958. Namun temuan Integrated Circuit (IC) 1960-an, menyebabkan terjdainya revolusi dari segi kapasitas kerja dan ukurannya. Karena mampu menyimpan ribuan transistor dalam secuil chip silikon, IC memungkinkan bentuk komputer jadi ringkas dengan mainframe berkecepatan tinggi dan kapasitas memori yg besar. Para pembuat mikroprosesor berlomba memasuki kecepatan pemroses data dalam giga (GHz). Misalnya Athlon dari AMD yg 1 GHz, pentium III intel yg 1,13 GHz, dan pentium IV alias willamet yg dirancang bekerja pada 1,5 GHz.

Perkembangan komputer makin lekat dgn kehidupan manusia, saat ditemukannya komputer pribadi (PC) buatan Altair (1975). Cuma baru tahun 1977 ketika dua pelajar Amerika Steven P. Jobs dan Stephen G. woniak, mendirikan Apple Computer Company, lahirlah PC Apple II dgn harga terjangkau.

Harga komputer makin terjangkau. Malah di Indonesia ada komputer 'jangkrik' yg laris manis, karena isinya bisa diracik sesuai keinginan konsumen, seperti gado-gado.
( dari berbagai sumber ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini